Bagaimana Menjadi Distributor K-Link?


Untuk menjadi seorang distributor K-Link tidaklah sulit, tidak memerlukan pendidikan yang tinggi atau pun uang yang banyak. Siapa pun anda, dari kalangan manapun anda, dari daerah mana pun anda, anda memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih sukses bersama K-Link.

JANGAN TUNDA LAGI, BERGABUNGLAH SEKARANG JUGA BERSAMA K-LINK UNTUK MEMPEROLEH PELUANG BISNIS INTERNATIONAL.

Syarat pendaftaran
Untuk melakukan pendaftaran menjadi distributor K-Link di seluruh K-Link di Indonesia, pastikan anda memiliki:
1.      Fotocopy kartu identitas (KTP/SIM/PASSPORT)
2.      Rekening Bank
3.      Nama dan Kode Sponsor
*Apabila anda belum memiliki rekening Bank, nanti bisa menyusul atau anda dapat mengambil bonus anda ditempat anda melakukan pendaftaran.
*Untuk nergabung bersama K-Link anda memerlukan sponsor, yaitu orang yang mengajak anda bergabung bersama K-Link.

Biaya Pendaftaran
Untuk menjadi distributor K-Link, tidak diperlukan biaya yang mahal. Hanya dengan biaya pendaftaran sebesar Rp 200.000,- (Dua ratus ribu rupiah), anda sudah berhak untuk menjual berbagai produk K-Link di seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia, dan anda juga berhak mendapatkan bonus setiap bulan dari omzet penjualan dari jaringan yang anda hasilkan.

Cara pendaftaran:
1.      Anda dapat dating langsung ke Stockist K-Link terdekat di kota anda dengan membawa syarat-syarat diatas, atau
2.      Anda dapat kami daftarkan sebagai distributor K-Link, kirimkan Scan kartu identitas (KTP/SIM/PASPORT)/scan fotocopy-nya beserta No. Rekening Bank anda ke alamat email titiernawati@ymail.com , mengenai biaya pendaftaran akan kami berikan No. Rekening kami pada balasan email anda untuk mentransfer biaya pendaftaran dan biaya kirim Paket STARTER KIT.
3.      Kami akan mengirimkan Paket STARTER KIT sebagai panduan bisnis ke alamat anda dengan segera.

Paket STARTER KIT berisi:
1.      Produk K-Link Liquid Chlorophyll 1 botol senilai Rp 140.000,-
2.      1 Member Card (Luar Jakarta proses ± 1-2 mingu)
3.      1 Tas Kulit STARTER KIT warna hitam berisi info K-Link
4.      5 VCD Product Talk
5.      1 VCD Testimonial
6.      1 VCD Company Profile
7.      1 VCD K-Link Favorite Songs
8.      4 Kaset Foundation Pack
9.      1 Buku Kerja
10.  1 Nota
11.  1 Product Catalog
12.  1 Lembar Daftar Harga Konsumen
13.  1 Lembar Daftar Harga Distributor
14.  1 Brosur Marketing Plan
15.  Kumpulan Brosur-Brosur Produk


KESUKSESAN ANDA SUDAH DI DEPAN MATA!!

AUDIT SIA: PENGENDALIAN UMUM DAN PENGENDALIAN APLIKASI


Audit SIA merupakan proses pengumpulan dan evaluasi bukti-bukti untuk menentukan apakah sistem komputer yang digunakan telah dapat melindungi aset milik organisasi, mampu menjaga integritas data, dapat membantu pencapaian tujuan organisasi secara efektif, serta menggunakan sumber daya yang dimiliki secara efisien (Weber, 2000).
Pada dasarnya, Audit Sistem Informasi dibedakan menjadi dua kategori, yaitu
1.      Pengendalian Aplikasi (Application Control)
Tujuan pengendalian aplikasi dimaksudkan untuk memastikan bahwa data di-input secara benar ke dalam aplikasi, diproses secara benar, dan terdapat pengendalian yang memadai atas output yang dihasilkan. Dalam audit terhadap aplikasi, biasanya, pemeriksaan atas pengendalian umum juga dilakukan mengingat pengendalian umum memiliki kontribusi terhadap efektifitas atas pengendalian-pengendalian aplikasi.
2.      Pengendalian Umum (General Control)
Tujuan pengendalian umum lebih menjamin integritas data yang terdapat di dalam sistem komputer dan sekaligus meyakinkan integritas program atau aplikasi yang digunakan untuk melakukan pemrosesan data.

PENGENDALIAN UMUM
Pengendalian umum pada perusahaan dilakukan terhadap aspek fisikal maupun logikal. Aspek fisikal dilakukan terhadap aset-aset fisik perusahaan, sedangkan aspek logikal terhadap sistem informasi di level manajemen (misal: sistem operasi). Pengendalian umum sendiri digolongkan menjadi beberapa, diantaranya:
a)      Pengendalian organisasi dan otorisasi.
Yang dimaksud dengan pengendalian organisasi adalah secara umum terdapat pemisahan tugas dan jabatan antara pengguna sistem (operasi) dan administrator sistem (operasi). Dan juga dapat dilihat bahwa pengguna hanya dapat mengakses sistem apabila memang telah diotorisasi oleh administrator.
b)      Pengendalian operasi.
Operasi sistem informasi dalam perusahaan juga perlu pengendalian untuk memastikan sistem informasi tersebut dapat beroperasi dengan baik selayaknya sesuai yang diharapkan.
c)      Pengendalian perubahan.
Perubahan-perubahan yang dilakukan terhadap sistem informasi harus dikendalikan, termasuk pengendalian versi dari sistem informasi tersebut, catatan perubahan versi, serta manajemen perubahan atas diimplementasikannya sebuah sistem informasi.
d)     Pengendalian akses fisikal dan logikal.
Pengendalian akses fisikal berkaitan dengan akses secara fisik terhadap fasilitas-fasilitas sistem informasi suatu perusahaan, sedangkan akses logikal berkaitan dengan pengelolaan akses terhadap sistem operasi sistem tersebut (misal: windows).

PENGENDALIAN APLIKASI
Pengendalian aplikasi adalah prosedur-prosedur pengendalian yang didisain oleh manajemen organisasi untuk meminimalkan resiko terhadap aplikasi yang diterapkan perusahaan agar proses bisnisnya dapat berjalan dengan baik.
Macam Aplikasi
Aplikasi berwujud perangkat lunak, yang dapat dibagi menjadi dua tipe dalam perusahaan untuk kepentingan audit PDE:
·         Perangkat lunak berdiri sendiri
Terdapat pada organisasi yang belum menerapkan SIA dan sistem ERP, sehingga masih banyak aplikasi yang berdiri sendiri pada masing-masing unitnya. Contoh: aplikasi (software) MYOB pada fungsi akuntansi dan keuangan.
·         Perangkat lunak di server
Tedapat pada organisasi yang telah menerapkan SIA dan sistem ERP. Aplikasi terinstall pada server sehingga tipe struktur sistemnya memakai sistem client-server . Client hanya dipakai sebagai antar-muka (interface) untuk mengakses aplikasi pada server.
Macam Pengendalian Aplikasi
a.      Pengendalian Organisasi dan Akses Aplikasi
Pada pengendalian organisasi, hampir sama dengan pengendalian umum organisasi, namun lebih terfokus pada aplikasi yang diterapkan perusahaan. Siapa pemilik aplikasi, tugas administrator, pengguna, hingga pengembangan aplikasi tersebut.
Untuk pengendalian akses, terpusat hanya pada pengendalian logika saja untuk menghindari akses tidak terotorisasi. Selain itu juga terdapat pengendalian role based menu dibalik pengendalian akses logika, dimana hanya pengguna tertentu saja yang mampu mengakses menu yang telah ditunjuk oleh administrator. Hal ini berkaitan erat dengan kebijakan TI dan prosedur perusahaan berkaitan dengan nama pengguna dan sandi nya.
b.      Pengendalian Input
Pengendalian input memastikan data-data yang dimasukkan ke dalam sistem telah tervalidasi, akurat, dan terverifikasi.
c.       Pengendalian Proses
Pengendalian proses biasanya terbagi menjadi dua tahapan, yaitu (1) tahapan transaksi, dimana proses terjadi pada berkas-berkas transaksi baik yang sementara maupun yang permanen dan (2) tahapan database, proses yang dilakukan pada berkas-berkas master.
d.      Pengendalian Output
Pada pengendalian ini dilakukan beberapa pengecekan baik secara otomatis maupun manual (kasat mata) jika output yang dihasilkan juga kasat mata.
e.        Pengendalian Berkas Master
Pada pengendalian ini harus terjadi integritas referensial pada data, sehingga tidak akan diketemukan anomali-anomali, seperti:
ü  Anomaly penambahan
ü  Anomaly penghapusan
ü  Anomaly pemuktahiran/pembaruan
Hubungan Pengendalian Umum dan Aplikasi
Hubungan antara pengendalian umum dan aplikasi bersifat pervasif. Artinya apabila pengendalian umum terbukti jelek, maka pengendalian aplikasinya diasumsikan jelek juga, sedangkan bila pengendalian umum terbukti baik, maka diasumsikan pengendalian aplikasinya juga baik.